"Kau lihat pasangan kekasih disebrang meja sana?"
"Ya, kenapa dengan mereka?"
"Aku iri pada mereka!"
"Memang kelihatannya mereka sangat serasi."
"Apa hidupmu bahagia sekarang, Jimmy?"
"Tentu saja, dan aku sangat berterima kasih padamu."
"Berterima kasih?? Padaku??"
"Ada yang salah?"
"Kau bilang berterimakasih padaku? Setelah aku menghancurkan
mimpimu? Setelah aku menghabiskan kekayaanmu hinggu kau bangkrut?
Setelah aku meninggalkanmu saat kau berniat menikahiku dan aku pergi
dengan pria lain? Setelah aku menyakitimu dengan sesakit-sakitnya? Kau
masih berterima kasih pada wanita yang hina ini?"
"Kau wanita yang memberiku pelajaran berharga, Ann. Sebenarnya apa
maksudmu menemuiku ditempat ini setelah 3 tahun kau menghilang dari
hidupku?"
"Maafkan aku Jimmy, maaf, maaf, maaf!"
"Tenangkan dirimu, jus mangga itu menunggu kau meminumnya. Kau tak
mungkin mencampakkan minuman favoritmu itu, kan? Setelahnya, kau boleh
menceritakan maksud pertemuan kita."
"Menurutmu, apakah ini karma yang kuterima setelah menghancurkan hidup seorang pria baik hati sepertimu?"
"Kau berlebihan, aku tak sebaik itu, Anna. Aku akan mendengarkan apapun yang akan kau ceritakan."
"Karierku sudah hancur, Jimmy. Pria yang dulu membawaku ke dunia
modeling ternyata seorang bajingan. Entah bagaimana aku mengucapkannya
padamu, dialah yang membuatku memeras kekayaanmu, agar aku bisa menjadi
seorang top model. Bajingan itulah yang membuatku meninggalkanmu. Dia
menjanjikan karier yang gemilang untukku, dia pun merebut hatiku dan
berjanji menikahiku setelah aku memberikan semua yang ia minta. Tapi
akhirnya...."
"Aku turut bersedih, Anna. Ini, pakailah, pipimu basah"
"Terima kasih. Setelah ia mendapatkan semuanya dariku, ternyata
wanita lain menggantikan posisiku. Aku yakin wanita itu korban
selanjutnya."
"Lalu?"
"Aku ditendang dari karierku yang sedang berada dipuncak kesuksesan.
Bajingan itu bisa mengontrol semuanya. Sekarang aku hancur, Jimmy."
"Ku kira kini kau sudah bahagia."
"Setelah aku jatuh miskin karena kehilangan predikat top model itu,
ibuku meninggal. Tepatnya sebulan setelah kejadian itu. Ayahku pergi
meninggalkan rumah, ia kini punya keluarga baru. Aku benar-benar
sendiri, Jimmy."
"Separah itu kah?"
"Itulah yang membawaku mencari keberadaanmu sekarang, aku rasa semua
kehancuran ini karena apa yang kulakukan padamu dulu, aku mencarimu
untuk mendapatkan kata maafmu, Jimmy. Kuharap itu bisa menghentikan
karma ini."
"Aku sudah memaafkanmu, Ann."
"Semudah itu? Aku mungkin harus memohon-mohon, meraung, dan berlutut dihadapanmu untuk sebuah kata maaf."
"Tak perlu seperti itu. Mungkin memang hidupku hancur karena
kekhilafanmu, namun ada yang menyuruhku untuk tetap bersabar dan
bersyukur atas semua yang ku alami."
"Bersabar? Bersyukur? Tidak mungkin disaat seperti itu. Kenapa kau bisa melakukannya?"
"Aku percaya perintah itu, aku hanya melakukannya, bersabar dan
bersyukur. Setelah keterpurukan itu aku kembali bangkit menata hidup
baru, tanpamu. Kini aku memetik buahnya, perusahaan baruku mulai
melebarkan sayap, aku menemukan istri yang sangat kucintai dan
mencintaiku, serta buah hati yang sangat kami sayangi."
"Aku benar-benar menyesal, Jimmy. Kini kau telah bahagia. Sekali
lagi aku minta maaf. Tapi, kau tadi bilang perintah? Ada yang
menyuruhmu?"
"Kau tidak salah mendengar, Ann. Aku melakukan apa yang Dia katakan.
Dan kau bisa lihat sekarang, Ann. Aku benar-benar bahagia, kuharap ini
tidak menyinggung perasaanmu."
"Aku harap aku pun bisa menata kembali hidupku. Bisakah kau
membantuku? Pertemukan aku dengan dia yang sudah memberi semangat
untukmu itu. Bisakah kau mengenalkannya padaku? Siapa dia, Jimmy?"
"Dia adalah Tuhanku, kurasa kau pun mengenal-Nya, Anna. Bukankah
Dia juga memerintahkan kepadamu apa yang Dia peritahkan kepadaku? Dia
yang menyuruh kita bersabar dan bersyukur dalam situasi apapun."
"Jimmy.... Aku tak tahu apa yang harus ku katakan. Aku benar-benar
sudah melupakan-Nya. Aku sudah begitu jauh dengan-Nya. Apakah Dia mau
memaafkanku jika aku mencoba memperbaiki kesalahanku?"
"Tentu saja, Ann. Itulah mengapa aku bisa memaafkanmu dan berterima kasih padamu. Dia pun Maha Pemaaf, Dia pun Maha Mengasihi."
"Terima kasih, Jimmy, bolehkah aku meminta tolong padamu? Agar aku
bisa kembali mendekatkan diri dengan-Nya sekaligus menebus semua
kesalahanku yang sudah lalu."
"Dengan senang hati, Ann. Apa yang bisa ku bantu?"
"Nikahi aku, Jimmy. Kumohon!"
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar